Senin, 12 Desember 2011

Mulutmu, Harimaumu



Assalamu'alaykum Wr Wb.

Masalah yang sering dihadapi ketika kita menjalin hubungan dengan orang lain ialah cara bagaimana kita berbicara, bersikap dan bertingkah laku. Kali ini yang akan saya soroti ialah masalah bagaimana kita berbicara. Dengan berbicara kita bisa menyampaikan informasi kepada orang lain, menghibur, memotivasi dan sebagainya. Namun kita juga dapat menyinggung lawan bicara kita tergantung bagaimana kita menyampaikannya.
 
Mari kita bahas tentang jenis pembicaraan berdasarkan subyeknya,
Yang pertama Individu dengan individu, berbicara dengan seseorang merupakan hal yang hampir setiap hari kita lakukan, meskipun terlihat sepele hal tersebut juga harus diperhatikan efektif atau tidak pembicaraan kita dan kita juga harus memperhatikan dengan siapa kita berbicara. Tentunya berbicara dengan teman dan orang tua jelas beda cara kita, apalagi dengan orang yang kita hormati semisal pejabat pemerintahan, guru, dosen, bahkan presiden.
Tips: usahakan untuk akrab terlebih dahulu, bicaralah yang efektif  jangan ‘ngalor ngidul’, jaga sopan santun jangan sampai menyinggung perasaan si ‘dia’.

Kedua Individu dengan kelompok, bagian ini lebih cenderung memfokuskan pada satu individu tersebut, misalkan di depan kelas, seminar, pelatihan dsb. Hal yang perlu diperhatikan ialah materi apa yang akan kita bicarakan, dengan siapa kita bicara (audiens), dan jenis forumnya apakah resmi atau tidak.
Tips: persiapkan materi,alat bantu, dan pelajari karakter audiens.

Dan yang terakhir kelompok dengan kelompok, kita sering melihat perdebatan antar kelompok yang saling mempertahankan argumentnya masing-masing bahkan saling menjatuhkan, padahal apa yang mereka anggap benar menurut mereka belum tentu benar menurut orang lain. Maka dari itu sebagai sebuah kelompok harus bisa menerima masukan dari kelompok lain dan jaga emosi agar terjadi keharmonisan antar kelompok, lebih-lebih bisa saling berkoordinasi untuk mencapai sebuah tujuan
Tips : Hindari emosi, pelajari suatu masalah atau topik pembicaraan dari berbagai sudut pandang, belajar menerima kritik dari luar.

Sedikit mengutip sebuah perkataan ketika saya mengikuti pelatihan, Allah menciptakan 2        telinga dan 1 satu mulut agar kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Artinya bahwa kita lebih dianjurkan untuk lebih banyak mendengarkan perkataan orang lain daripada kita banyak berbicara yang nantinya akan malah menimbulkan masalah. Dan berbicaralah  seperlunya serta "Katakanlah yang baik,atau Diam Saja"

Dalam hal berhubungan ada beberapa kasus yang akan saya generalisasikan menjadi 3 kalimat berikut,
-setiap orang biasanya ingin selalu diperhatikan,tapi kurang bisa memperhatikan orang lain.
-setiap orang biasanya ingin selau dihormati,tapi kurang bisa menghormati orang lain.
-setiap orang biasanya ingi selalu di hargai, tapi kurang bisa menghargai orang lain.
 maka ubahlah sikap-sikap seperti itu, InsyaAllah hubungan kita dengan orang/kelompok lain akan selalu terjaga dengan baik. Bila ingin diperhatikan,dihormati,dihargai orang lain, Hormati,Hargai orang lain dulu.seperti kata "penuhi dulu kewajibanmu sebelum menuntut hak mu". Dan jangan lupa untuk memperhatikan, menghormati dan menghargai diri sendiri.

Jagalah ucapan kita,orang sering bicara "perkataan adalah doa" tapi lupa untuk menerapkan. Banyak orang sekarang sering berbicara semaunya tanpa memperhatikan perasaan orang lain, pertama dengan maksud bercanda, namun kata kata kita sering membuat orang lain tersinggung,sakit hati dan kita tidak mengetahuinya.dosa kah kita?ya tentunya.bercanda boleh namun yang sewajarnya saja. Ada sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa "Lidah Lebih Tajam Daripada Pedang". Maka mari kita jaga ucapan untuk menjaga hati orang lain dan hati kita.

Satu lagi, kata orang jawa.."ati-ati nek ngomong ngko nek enek wali lewat".
Disini saya bukan bermaksud meng-gurui,mari kita instrospeksi diri kita.semoga bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kita digolongkan sebagai orang orang yang bisa menjaga lisan kita.amiin :)

Terimakasih telah membaca artikel saya, kalau ada kekurangan mohon maaf dan kalau ada kelebihan semuanya milik Allah semata. Silakan bila ada kritik dan saran semoga bisa menambah wawasan saya dan meyempurnakan tulisan-tulisan saya.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar