Assalamu'alaykum Wr Wb.
Masalah yang sering dihadapi
ketika kita menjalin hubungan dengan orang lain ialah cara bagaimana kita
berbicara, bersikap dan bertingkah laku. Kali ini yang akan saya
soroti ialah masalah bagaimana kita berbicara. Dengan berbicara kita bisa menyampaikan
informasi kepada orang lain, menghibur, memotivasi dan sebagainya. Namun kita juga
dapat menyinggung lawan bicara kita tergantung bagaimana kita menyampaikannya.
Mari kita bahas tentang jenis pembicaraan
berdasarkan subyeknya,
Yang pertama Individu dengan individu, berbicara
dengan seseorang merupakan hal yang hampir setiap hari kita lakukan, meskipun
terlihat sepele hal tersebut juga harus diperhatikan efektif atau tidak
pembicaraan kita dan kita juga harus memperhatikan dengan siapa kita berbicara.
Tentunya berbicara dengan teman dan orang tua jelas beda cara kita, apalagi
dengan orang yang kita hormati semisal pejabat pemerintahan, guru, dosen,
bahkan presiden.
Tips: usahakan untuk akrab terlebih dahulu,
bicaralah yang efektif jangan ‘ngalor
ngidul’, jaga sopan santun jangan sampai menyinggung perasaan si ‘dia’.
Kedua Individu dengan kelompok, bagian ini
lebih cenderung memfokuskan pada satu individu tersebut, misalkan di depan
kelas, seminar, pelatihan dsb. Hal yang perlu diperhatikan ialah materi apa
yang akan kita bicarakan, dengan siapa kita bicara (audiens), dan jenis
forumnya apakah resmi atau tidak.
Tips: persiapkan materi,alat bantu, dan
pelajari karakter audiens.
Dan yang terakhir kelompok dengan kelompok, kita
sering melihat perdebatan antar kelompok yang saling mempertahankan argumentnya
masing-masing bahkan saling menjatuhkan, padahal apa yang mereka anggap benar
menurut mereka belum tentu benar menurut orang lain. Maka dari itu sebagai
sebuah kelompok harus bisa menerima masukan dari kelompok lain dan jaga emosi
agar terjadi keharmonisan antar kelompok, lebih-lebih bisa saling berkoordinasi
untuk mencapai sebuah tujuan
Tips : Hindari emosi, pelajari suatu masalah
atau topik pembicaraan dari berbagai sudut pandang, belajar menerima kritik
dari luar.
Sedikit mengutip sebuah perkataan ketika saya
mengikuti pelatihan, “Allah menciptakan 2 telinga
dan 1 satu mulut agar kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Artinya bahwa kita lebih
dianjurkan untuk lebih banyak mendengarkan perkataan orang lain daripada kita banyak
berbicara yang nantinya akan malah menimbulkan masalah. Dan
berbicaralah seperlunya serta "Katakanlah yang
baik,atau Diam Saja"
Dalam hal berhubungan ada beberapa kasus yang
akan saya generalisasikan menjadi 3 kalimat berikut,
-setiap orang biasanya ingin selalu
diperhatikan,tapi kurang bisa memperhatikan orang lain.
-setiap orang biasanya ingin selau
dihormati,tapi kurang bisa menghormati orang lain.
-setiap orang biasanya ingi selalu di
hargai, tapi kurang bisa menghargai orang lain.
maka ubahlah sikap-sikap
seperti itu, InsyaAllah hubungan kita dengan orang/kelompok
lain akan selalu terjaga dengan baik. Bila ingin diperhatikan,dihormati,dihargai orang lain,
Hormati,Hargai orang lain dulu.seperti kata "penuhi dulu kewajibanmu
sebelum menuntut hak mu".
Dan jangan lupa untuk memperhatikan, menghormati dan menghargai diri sendiri.
Jagalah ucapan kita,orang sering
bicara "perkataan adalah doa" tapi lupa untuk menerapkan. Banyak
orang sekarang sering berbicara semaunya tanpa memperhatikan perasaan orang
lain, pertama dengan maksud bercanda, namun kata kata kita sering membuat orang
lain tersinggung,sakit hati dan kita tidak mengetahuinya.dosa kah kita?ya
tentunya.bercanda boleh namun yang sewajarnya saja. Ada sebuah peribahasa yang
mengatakan bahwa "Lidah Lebih Tajam Daripada Pedang". Maka mari kita
jaga ucapan untuk menjaga hati orang lain dan hati kita.
Satu lagi, kata orang
jawa.."ati-ati nek ngomong ngko nek enek wali lewat".
Disini saya bukan bermaksud meng-gurui,mari kita instrospeksi
diri kita.semoga bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kita digolongkan sebagai orang orang yang bisa
menjaga lisan kita.amiin :)
Terimakasih telah membaca artikel saya, kalau
ada kekurangan mohon maaf dan kalau ada kelebihan semuanya milik Allah semata. Silakan
bila ada kritik dan saran semoga bisa menambah wawasan saya dan meyempurnakan
tulisan-tulisan saya.
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar