Rabu, 26 Desember 2012

Merasa Lelah? Inilah Lelah yang disukai Allah


Hari ini dan akhir-akhir ini saya merasa sangat lelah dengan rutinitas yang saya jalani, di kampus dengan segudang aktivitas, balik ke kampung ,ehh ternyata hampir sama ada saja yang diurusi. sok sibuk kah? atau  memang sibuk? meski banyak aktivitas tapi terkadang saya merasa ini sama sekali nggak produktif malah buang-buang waktu. dan banyak mengeluh. Lalu gimana seharusnya?

Kemabali berfikir positif, apa yang saya rasakan ini sebenarnya nggak ada apa-apanya di banding orang lain, orang yang susah payah untuk hidupnya, sementara saya tinggal menikmati saja. saya teringat dengan kata-kata yang memang mengharuskan kita semua untuk lelah,, ini ni kata wasiatnya... "berlelah-lelahlah karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang." Nah dari situ kita harus yakin akan manis nya hidup yang kan kita raih nanti. itu yang bisa menjadi motivasi kita untuk terus melangkah.

cukup deh prolognya, masuk ke intinya yang saya sambung-sambungin..kelalahan yang tiada artinya diatas sangat tidak pantas untuk di keluhkan. masih banyak hal-hal lain yang lebih berat. ini nih ada beberapa kelelahan yang sangat disukai oleh Allah dan Rosulnya.

1.       Lelah dalam Jihad
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (At Taubah : 111)
2.       Lelah dalam Dakwah
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fushshilat : 33)
3.       Lelah dalam Ibadah dan Amal Shaleh
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (Al 'Ankabuut : 69)
4.       Lelah Mengandung-Melahirkan-Menyusui
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Luqman : 14)
5.       Lelah Mencari Nafkah bagi Laki-laki
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung (Al Jumu'ah : 10)
6.       Lelah Mengurus Keluarga
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At Tahrim : 6)
7.       Lelah Belajar
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya (Ali 'Imran : 79)
8.       Lelah dalam Susah, Miskin, dan Sakit
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Al Baqarah : 155)
 
nah dalam kondisi-kondisi tersebut Allah sangat menyukai kalau kita sebagai hamba terus berjuang, meski lelah namu kita tetap melangkah untuk menggapai Ridho-nya.

Teruslah melangkah dan berkarya. marilah kita belajar menikmati kelelahan yang diberikan oleh Allah demi sebuah janji manis yang akan Allah penuhi nanti..

#coretan ala kadarnya di pojok kamarku

Sabtu, 31 Desember 2011

My resolution in 2012



Sedikit share tenteng impianku di 2012, resolusi(komitmen) yang akan saya jalani di 2012 

1. Memiliki IP minimal 3,5 di semester 1 dan minimal 3,6 di semester 2 . . 

2.Senang sekali rasanya bisa bersama-sama para pejuang dari ITS untuk ‘menggulingkan’ gajah di kandangnya. Membayangkan begitu bangganya terhadap diriku sendiri ketika leher ini dikalungi medali Emas PIMNAS XXV. 

3. Mendapat beasiswa SDM Denger –denger sih Cuma dibuka untuk S1, tapi sampai sekarang aku masih optimis bisa ada disana, minimal bisa mengambil manfaat dari orang-orang ‘hebat’ disana dan bermanfaat tentunya.

4.Lancar main gitar minimal 25 lagu lah (keren pastinya)

5. Hafal juz 30,29,28 . . InsyaAllah terlaksana

Senin, 12 Desember 2011

Mulutmu, Harimaumu



Assalamu'alaykum Wr Wb.

Masalah yang sering dihadapi ketika kita menjalin hubungan dengan orang lain ialah cara bagaimana kita berbicara, bersikap dan bertingkah laku. Kali ini yang akan saya soroti ialah masalah bagaimana kita berbicara. Dengan berbicara kita bisa menyampaikan informasi kepada orang lain, menghibur, memotivasi dan sebagainya. Namun kita juga dapat menyinggung lawan bicara kita tergantung bagaimana kita menyampaikannya.
 
Mari kita bahas tentang jenis pembicaraan berdasarkan subyeknya,
Yang pertama Individu dengan individu, berbicara dengan seseorang merupakan hal yang hampir setiap hari kita lakukan, meskipun terlihat sepele hal tersebut juga harus diperhatikan efektif atau tidak pembicaraan kita dan kita juga harus memperhatikan dengan siapa kita berbicara. Tentunya berbicara dengan teman dan orang tua jelas beda cara kita, apalagi dengan orang yang kita hormati semisal pejabat pemerintahan, guru, dosen, bahkan presiden.
Tips: usahakan untuk akrab terlebih dahulu, bicaralah yang efektif  jangan ‘ngalor ngidul’, jaga sopan santun jangan sampai menyinggung perasaan si ‘dia’.